Kamis, 29 Juni 2017

Tentang Lukman Post

Tentang LukmanPost.com

Assalamu’alaikum. Sebelum saya memperkenalkan LukmanPost.com, saya ingin menyampaikan terima kasih kepada tante saya, Nurhayati Shigeno SH MH yang telah mendukung pembuatan blog ini. Dengan menjadi sponsor pertama yang membiayai operasional blog ini. Semoga kebaikan selalu menyertai beliau. Aamiin.
Izinkan saya, Lukman Maulana memperkenalkan LukmanPost.com kepada Anda. LukmanPost.com adalah blog yang kehadirannya membawa misi-misi tertentu. Beberapa latar belakang menjadi alasan dibuatnya blog ini. Sehingga sulit mendeskripsikan LukmanPost.com dalam segmentasi media tertentu.
Latar belakang pertama yaitu keinginan saya untuk melanjutkan hobi ngeblog yang sempat terputus dalam waktu sangat lama. Ketimbang melanjutkan blog saya yang sudah ada dan eksis, saya putuskan untuk membuat blog baru dengan domain berbayar.
Alasannya pertama karena memiliki blog dengan domain sendiri merupakan sesuatu yang keren. Kedua, karena blog gratisan yang saya gunakan sebelumnya mulai tidak bersahabat dengan segala pembaruannya yang menjadikannya sulit saya operasikan. Oleh karenanya melalui LukmanPost.com ini saya bisa kembali melakukan hobi blogging yang telah saya jalani sejak 2008.
Latar belakang kedua yaitu keprihatinan saya terhadap maraknya pemberitaan-pemberitaan di dunia maya yang tidak sesuai dengan kaidah-kaidah jurnalistik maupun sopan santun berbahasa, berbangsa, dan bernegara. Baik yang oleh media-media mainstream maupun oleh media-media online tak bertanggung jawab yang sekadar mencari trafik demi keuntungan belaka.
Berita-berita yang tidak berimbang, menjurus fitnah, ujaran kebencian, tendensius, opini sesat, dan berita-berita bohong adalah jenis-jenis berita yang harus dimusnahkan dari jagad dunia maya. Karenanya melalui LukmanPost.com, saya ingin mengulas berita-berita tersebut, mengupasnya lebih dalam sesuai-sesuai kaidah-kaidah dan logika yang berlaku, untuk kemudian menghakiminya sebagai berita yang tidak layak dibaca.
Dalam kaitan dengan latar belakang ini, saya ingin menjadikan LukmanPost.com sebagai sebuah media watch atau pemantau media. Nantinya bila saya menemukan jenis-jenis berita dengan ciri-ciri di atas, akan saya bahas secara mendalam untuk menunjukkannya pada para pembaca bahwa berita-berita tersebut tidak patut untuk dipercaya. Sebagai sarjana ilmu komunikasi dan seorang wartawan, saya yang punya kompetensi untuk hal tersebut merasa tergerak untuk ikut menciptakan lingkungan dunia maya yang sehat.
Karena faktanya, masifnya pemberitaan-pemberitaan seperti itu dikarenakan tidak adanya kontrol yang baik dari pemerintah dan masyarakat. Bahkan, pemerintah cenderung melindungi media-media yang dianggap sepaham, dan menghancurkan media-media kritik yang dianggap membahayakan. Sehingga nyaris tidak ada pengawas independen dalam arus lalu lintas berita di media. Namun saya pastikan setiap kupasan saya terhadap pemberitaan-pemberitaan negatif tersebut bersifat independen murni tanpa ada tendensius, subjektivitas, atau kepentingan-kepentingan tertentu.
Kaitannya dengan media watch ini saya mengundang kepada para pembaca yang menemukan berita-berita yang dianggap meresahkan untuk melaporkannya ke LukmanPost.com. Saya bukan polisi, namun setidaknya saya bisa menerbitkan hasil kupasan saya terhadap setiap berita yang dilaporkan secara gamblang yang sekaligus bentuk kritik terhadap media yang menerbitkan berita tersebut. Makanya, slogan yang saya pilihkan untuk LukmanPost.com berbunyi “Mengupas berita, mengkritik media.”
Latar belakang ketiga dalam pembuatan blog ini adalah keinginan saya memiliki sebuah media dengan sajian berita-berita positif yang mendidik, mencerdaskan, dan menginspirasi. Sehingga nantinya dalam LukmanPost.com, saya akan banyak mengunggah ulang berita-berita dari media-media mainstream terpercaya yang bersifat positif dan membangun. Karena menurut saya negeri ini sudah lelah dengan berbagai berita negatif yang tidak mendidik dan berpotensi merusak generasi.
Termasuk dalam blog ini, saya mengunggah berita-berita terjemahan dari bahasa Inggris ke dalam bahasa Indonesia. Khususnya berita-berita bersifat ilmu pengetahuan. Karena saya sadari masih banyak di luar sana ilmu-ilmu pengetahuan yang bermanfaat yang belum dialihbahasakan. Dengan diterjemahkan, agar mudah dimengerti dan dipahami para pembaca. Harapannya berita-berita tersebut bisa digunakan untuk kebaikan pribadi pembaca maupun masyarakat Indonesia pada umumnya.
Selain mengutip berita-berita dari sumber-sumber mainstream yang dapat dipercaya, LukmanPost.com juga saya tujukan menjadi tempat mengumpulkan materi-materi penuh hikmah dan inspiratif serta menggugah yang dewasa ini banyak beredar secara viral. Entah melalui jejaring sosial facebook maupun melalui aplikasi WhatsApp. Memang tidak semua berita-berita tersebut teruji kebenarannya, namun sebagian di antaranya bermanfaat dan bisa memberikan inspirasi bagi pembacanya. Sementara dari yang saya amati, belum ada upaya pengumpulan materi-materi ini secara sistematis dalam satu media. Maka LukmanPost.com dengan bangga saya perkenalkan sebagai media materi viral pertama yang hadir secara terpusat, komprehensif, dan bertanggung jawab.
Pun, LukmanPost.com hadir sebagai wadah bagi opini dan pendapat dari para tokoh maupun praktisi terkait suatu isu atau permasalahan tertentu. Saya melalui LukmanPost.com memiliki misi mengumpulkan opini-opini tersebut menjadi satu, agar dapat dibaca masyarakat Indonesia. Harapannya buah pemikiran dari tokoh maupun praktisi tersebut dapat memberikan manfaat bagi pembaca secara individu maupun sebagai kesatuan masyarakat.
Latar belakang yang keempat, dan mungkin yang terakhir, adalah keinginan saya untuk memiliki sebuah toko online yang dalam jangka panjang merupakan sumber pemasukan bagi LukmanPost.com ke depan. Selain nantinya mengunggah barang-barang maupun jasa-jasa yang saya jual, saya juga membuka kesempatan seluas-luasnya kepada siapa saja yang ingin beriklan di LukmanPost.com. Para pembaca bisa memasang iklan baik berupa gambar maupun berupa advertorial. Untuk bagaimana mekanismenya nanti, bisa menghubungi saya lebih lanjut.
Mungkin saat ini cukup inilah perkenalan saya atas LukmanPost.com. Setidaknya empat latar belakang itulah yang mendasari saya akhirnya membuat blog yang saya beri nama LukmanPost.com, seperti nama saya. Proses pemikiran konsep dan bentuk blog ini sendiri berlangsung cukup lama hingga akhirnya menemukan bentuk baku yang ada sekarang. Adapun pemilihan nama LukmanPost.com saya lakukan dengan mencontoh pada media populer Amerika Serkat, Huffington Post. Persamaannya adalah, nama “Hufftington” dalam Huffington Post merupakan nama pendiri media tersebut. Harapan saya, LukmanPost.com bisa menjadi media yang besar dan rujukan utama sebagaimana yang berhasil dilakukan Huffpost. Aamiin.
Semoga kehadiran LukmanPost.com dapat diterima masyarakat Indonesia khususnya para warganet di manapun berada. Serta dapat memberikan manfaat positif bagi perkembangan bangsa ke depannya. Dengan formatnya yang mengusung blog, jurnalisme warga, media berita, media opini, dan perdagangan. Aamiin.

Samarinda, 16 Juni 2017


Lukman Maulana, S Ikom

0 komentar:

Posting Komentar