Sabtu, 01 Juli 2017

Pembajakan Menghancurkan Industri Video Game

ilustrasi

Sebuah pertanyaan di situs quora.com tentang bolehkah membeli game bajakan mendapat jawaban serius. Adalah Feifei Wang, seorang penulis yang tinggal di San Diego memberikan jawaban cerdas dengan penjabaran menyeluruh yang begitu menguatkan argumennya. Bahkan mungkin bisa membuat para gamer yang doyan membeli atau memainkan game bajakan, serta para pembajak game itu sendiri bakal bertanya kembali pada diri mereka masing-masing. Pastikan kalian tidak termasuk salah seorang dari mereka.

Seorang remaja berusia 15 tahun mengaku membeli bajakan game Stellaris, Stardew Valley, dan Kerbal Space Program karena harga game orisinalnya begitu mahal. Remaja itu mengaku tidak punya cukup uang untuk membelinya. Lantas dia bertanya di Quora.com, salahkah yang dia lakukan? Berikut jawaban menohok dari Feifei Wang yang diterjemahkan LukmanPost.com.

Dijawab oleh Feifei Wang

Saya juga seorang developer game. Izinkan saya menceritakan sebuah kisah, sebuah peringatan, di mana pelanggaran hak cipta benar-benar menghancurkan suatu industri.
Di tahun 90-an, Tiongkok adalah pasar game yang sehat yang tidak jauh berbeda dengan Amerika Utara, Jepang, atau Eropa. Kami mungkin tidak sebegitu berkembangnya seperti Jepang atau Amerika Serikat, tapi developer game lokal kami mulai bertumbuh dan membuat game-game bagus. Game-game seperti 仙剑奇侠传 (The Legend of Sword and Fairy). Saya suka game-game ini dan memainkannya. Saat itu, semua orang meyakini bahwa kami bisa seperti Jepang, Amerika Serikat, dan Eropa atau Korea. Kami sedang dalam perjalanan menjadi pusat pengembangan video game lainnya. 
Saat itu, Tiongkok tidak begitu ketat dalam hal hukum perlindungan hak cipta. Sebenarnya kami memiliki hukum untuk itu, tapi tidak seorang pun yang memberlakukannya. Rasanya sangat sulit dan begitu menguras biaya, apalagi untuk memenangkan sebuah gugatan hak cipta. Sehingga kebanyakan developer tidak memedulikannya. Mereka berpikir, sebagaimana yang mungkin kalian pikirkan, bahwa sedikit orang yang membajak video game tidak akan berpengaruh pada pendapatan mereka. Khususnya bila mereka tidak punya uang untuk membeli video game.
Tapi semuanya menjadi semakin buruk. Situs torrent di mana-mana. Ketika pemain hendak memainkan sebuah game, mereka bukannya datang ke toko-toko game terdekat dan membeli disk game. Melainkan mereka membuka situs torrent dan mencari disk bajakan di toko gelap.
Dulu saya datang ke toko video game resmi, membeli game pertama saya dengan tabungan yang diberikan keluarga saya. Toko itu nyaris kosong, penjaganya memandangi saya seakan membatin kenapa saya mesti bersusah payah menghabiskan uang dengan membeli game di toko resmi, sementara di sekitar toko itu ada toko lain yang menjual game yang sama dengan harga yang lebih murah karena produknya bajakan. Tapi dengan penuh kebanggaan dan percaya diri, saya membeli game dengan harga aslinya. Game itu adalah Tomb Raider 2, yang menampilkan Tembok Besar Tiongkok.

Pembajakan tidak melukai judul-judul internasional. Perusahaan-perusahaan itu menghasilkan uang dari negara-negara lainnya. Tetapi pembajakan melukai developer lokal. Developer yang membuat "The Legend of Sword and Fairy", berada dalam kondisi kritis ketika mereka tengah mengembangkan seri ketiga dari game tersebut. Perusahaan game ini tidak menghasilkan uang walaupun sudah membuat judul-judul game yang sukses. KARENA TIDAK ADA YANG MEMBELI GAME MEREKA.
Semua orang membajak video game. Kenapa kalian tidak? Kenapa kalian mesti menghabiskan uang ketika produk sejenis tersedia gratis secara virtual? Pada akhirnya, pembajakan menjadi sebuah tren, tekanan untuk membeli kopian game-game bajakan, karena membeli game original dengan harga penuh dianggap tindakan bodoh.

Sebelum "Legend of Sword and Fairy 3" dirilis ke pasaran, versi bajakannya sudah tersedia di luar sana. Perusahaan sampai harus memohon kepada para penggemar untuk membeli kopian game yang legal. Sebagian penggemar melakukannya. Namun itu tidak cukup. Tim inti perusahaan akhirnya terbagi ke dalam dua tim.

Apa kalian tahu kenapa pasar game Tiongkok sekarang ini didominasi seluruhnya oleh game-game online yang memiliki fitur micro transactions? Karena tidak ada cara untuk membajak game MMO, ketika kalian bergantung pada koneksi yang stabil untuk memainkannya. Itulah apa yang dilakukan pembajakan pada pasar video game Tiongkok.

Itukah yang kalian inginkan? Sebuah pasar di mana kalian membayar micro-transaction hanya untuk bermain video game? Secara pribadi, saya tidak menganggapnya sebagai sesuatu yang buruk. Dan di luar sana ada begitu banyak game yang bergantung pada model seperti ini. Itulah yang kalian dapat, ketika para pelanggan MEMAKSA industri melindungi kepentingannya.

Video game, seperti semua bentuk hiburan lainnya, adalah sebuah kemewahan. Video game bukanlah sesuatu yang harus dimiliki untuk bisa hidup. Mungkin rasanya seperti video game itu untuk kalian, tapi sebenarnya tidak begitu. Kalian tidak akan mati karena kalian tidak bisa bermain video game. Bila kalian tidak punya uang, menabunglah dan belilah game yang benar-benar kalian inginkan. Atau tunggu sampai kalian menghasilkan uang dan membeli semua game yang kalian inginkan. Video game akan tetap di sini, mereka tidak pergi kemana-mana. Hanya saja video game akan menjadi lebih baik lagi lima tahun dari sekarang. Sehingga video game yang ada saat ini akan terlihat begitu payah.

Kesimpulannya, pembajakan hak cipta produk adalah pencurian.

Tidak seorang pun akan bertanya "bila saya tidak punya uang, bisakah saya mencuri jam ini? Saya benar-benar menginginkannya.” Tidak seorang pun akan bertanya “bila saya tidak punya uang, bisakah saya makan di restoran tanpa membayar?” Tidak seorang pun akan bertanya “bila saya tidak punya uang, bisakah saya menyelinap ke bioskop dan menyaksikan film secara gratis?” Tidak…karena itu salah.

Tapi kenapa OKE untuk bertanya "bisakah saya mencuri video game?” dan seseorang yang mengaku “developer game" akan berkata “ya, boleh-boleh saja! Karena saya dulu melakukannya". Saya rasa sesungguhnya ini bukan tentang benar atau salah, ini tentang membenarkan perilaku mereka yang salah.

Jangan membajak. Itu melukai developer. Bila kalian ingin developer favorit kalian terus membuat game-game favorit kalian, bayarlah untuk produk mereka!

Sekarang saya perlu menjelaskan secara sangat jelas: Saya sangat menentang pembajakan video game. Saya bekerja membuat video game, saya melihat sebuah industri yang runtuh karena pembajakan. Bila kalian adalah salah satu dari orang-orang yang berpikir TIDAK MASALAH untuk membajak game, saya sarankan untuk memblok saya sekarang. Karena kalian tidak akan dapat "kata-kata penguatan" dari saya. Saya tidak akan mengatakan OK untuk mencuri hanya karena itu bukan produk fisik, atau developer tidak kehilangan apapun, atau karena EA patut menerimanya dan kalian adalah Robin Hood Cyber.

Bila kalian membajak game, maka menurut saya kalian adalah pencuri. Tidak ada yang bisa kalian katakan untuk membenarkan hal tersebut. Jadi jangan repot-repot membalas dengan "poin balasan" atau "saya tidak setuju". Saya tidak akan melayani apa yang akan dikatakan pencuri untuk membenarkan mereka mencuri.

***Tulisan diterjemahkan Lukman Post dari Quora.com
Sumber gambar ilustrasi: cnbc.com 

0 komentar:

Posting Komentar