Minggu, 12 November 2017

Kisah Gandhi dan Seorang Professor

Patung Mahatma Gandhi

Sebuah kisah menarik tentang tokoh perjuangan India, Mahatma Gandhi. Kisah yang menunjukkan perbedaan antara menjadi pandai atau menjadi bijak.

Mahatma Gandhi belajar hukum di University College, London. Seorang professor bernama Peter tak menyukainya. Suatu hari, ketika makan siang di kantin kampus, Gandhi datang dan duduk di sampingnya, untuk ikut makan siang di situ.

Didekati orang yg tak disukai begitu Peter berkata,
"Gandhi, apakah anda tidak mengerti bahwa seekor babi dan seekor burung tidak duduk berdampingan untuk makan?"

Gandhi menatapnya sambil tersenyum. Lalu berkata, "Jangan khawatir, prof. Saya segera terbang". Dan ngeloyor ke meja lain. (Siapa babi siapa burung menjadi jelas).

Muka Peters memerah penuh kemarahan. Hari berikutnya, di dalam kelas, dia ajukan pertanyaan ke Gandhi di depan mahasiswa lain. "Gandhi, andai sedang berjalan, tiba2 menemukan paket berisi 1 tas penuh uang dan 1 tas penuh kebijaksanaan, mana yang kamu ambil?"

Tanpa ragu Gandhi menjawab, "Ya uanglah." Peters, tersenyum sinis dan berkata dengan bangga. "Jika itu aku, maka aku akan mengambil kebijaksanaan." Seolah dia mau bilang 'matre juga lu'.

Dengan santai Gandhi menjawab: "Seseorang itu biasanya mengambil apa yang tidak dia punya."

Peters hilang akal. Dengan penuh kemarahan dia 'idiot' pada lembar jawaban ujian Gandhi. Gandhi mengambilnya dan tetap tenang. Beberapa menit kemudian dia berdiri dan menghampiri sang professor, seraya berkata dengan sangat sopan,
"Prof, anda baru menanda tangani lembar jawaban ini, tapi belum memberi nilai."


Bersikaplah tenang & bijaklah thdp org yg membenci kita. Sebab, makin dia membenci makin banyak kebodohan dibuatnya.

Jika ada orang yang membicarakan kekuranganmu, tersenyumlah - kekuranganmu saja membuat mereka perhatian, apalagi kelebihanmu. (*)

Sumber: WhatsApp Group
Sumber gambar: stand-magazine.com

0 komentar:

Posting Komentar