Minggu, 10 Desember 2017

Tidak Perlu Ragu Kuliah di Universitas Terbuka



Wisuda Universitas Terbuka

Kendati kerap dipandang sebelah mata, namun siapa saja yang ingin melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi tidak perlu ragu untuk memilih Universitas Terbuka (UT) sebagai tempat kuliah. Sebab, kualitas pendidikan dan alumninya diakui pemerintah. Selain itu, sistem perkuliahan yang diterapkan UT makin kompeten untuk menghasilkan lulusan andal dan mampu menjawab kebutuhan dunia kerja.

“Tak perlu ragu untuk kuliah di UT. Ijazahnya diakui pemerintah dan mutu lulusannya juga tak kalah bila dibanding dengan alumni perguruan tinggi negeri lain di Indonesia. Bahkan, kuliah di UT lebih baik dan lebih terjamin dari kuliah di universitas yang hau-hau,” ungkap Kepala Kantor Regional (Kakanreg) XIII Badan Kepegawaian Negara (BKN) Banda Aceh, Makmur SH Mhum ketika diminta tanggapannya soal kualitas UT, beberapa waktu lalu.

Justru, menurutnya kampus ‘hau-hau’ itu lebih bahaya jika dijadikan tempat kuliah. Sebab, selain statusnya tak jelas, akreditasi program studi juga masih perlu dipertanyakan. “Sementara di UT, prodi yang ada umumnya sudah berakreditasi B,” ujarnya. Demikian juga dengan kegiatan belajar-mengajar di UT, lanjut Makmur, benar-benar diakui oleh pemerintah. Dikatakan, proses belajar di UT diatur sedemikian rupa dengan cara dikirim modul secara berkala dan dilakukan tutorial tatap muka dalam kurun waktu tertentu.

Dikatakan, kuliah di UT juga bisa menghemat biaya karena mahasiswanya tak perlu mengeluarkan uang secara rutin untuk ongkos transport, kos, dan biaya-biaya lain serta bisa tetap tinggal bersama keluarga. “Cukup dengan mempelajari modul yang dikirim secara online, mahasiswa sudah bisa mengikuti kuliah dan mengikuti ujian. Kalaupun harus ke kampus UT, mahasiswa hanya perlu datang jika ada keperluan tertentu,” ungkap Makmur yang juga pernah menjabat sebagai Kepala Biro Hukum dan Humas Setda Aceh.

Hal lain yang bisa menjadi garansi bahwa kuliah di UT tak perlu diragukan, menurut Makmur, BKN dalam menyelenggarakan D-4 Pendidikan Ilmu Kepegawaian (PIK) bekerja sama dengan Universitas Terbuka. PIK yang terbentuk pada tahun 2008 berada di bawah naungan Direktorat Pembinaan Jabatan Analis Kepegawaian BKN. Mahasiswanya adalah pegawai negeri sipil (PNS) berasal dari provinsi dan kabupaten/kota se-Indonesia. “Mahasiswa PIK kuliahnya di kampus BKN Pusat,” ujarnya.

Kecuali itu, kata Makmur lagi, UT juga sah untuk tempat peningkatan kompetensi PNS dan diakui oleh pihak BKN. “Penyesuaian ijazah bagi PNS lulusan UT juga langsung diterima. Jadi, yakinlah ijazah itu benar-benar diakui oleh pemerintah atau dengan kata lain ijazah UT bukan ijazah palsu. Sebab, sekarang jika PNS menggunakan ijazah palsu sanksinya adalah pemberhentian dengan tidak hormat. Jadi, UT sebagai perguruan tinggi negeri yang diakui pemerintah, tak mungkin ijazah yang dikeluarkan universitas tersebut adalah ijazah palsu,” jelas Makmur seraya berharap masyarakat tak perlu terpengaruh dengan berbagai isu negatif terhadap UT.

Bagi mereka yang ingin kuliah, namun memiliki keterbatasan dana, tambah Makmur, tak ada salahnya melanjutkan studi di UT. “Ijazah yang dikeluarkan UT itu diakui pemerintah dan sama dengan ijazah di PTN lain di Indonesia,” pungkas Makmur. (*/adv)
 
Sumber: IKA-UT
Sumber foto: elmaulana.weebly.com

0 komentar:

Posting Komentar